Jumat, 03 Januari 2014

Janganlah Kamu Berjalan di Muka Bumi dengan Angkuh





Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Umar yang menyampaikan kepadanya bahwa Nabi bersabda, “Manakala seorang laki-laki menyeret kain sarungnya dengan kesombongan, dia dibenamkan. Maka dia tenggelam di dalam bumi sampai hari Kiamat.” Dari Abu Hurairah berkata bahwa Nabi bersabda atau Abul Qasim berkata, “Ketika seorang laki-laki berjalan dengan pakaiannya, dan dia merasa bangga ataupun kagum dengan dirinya. Rambutnya tersisir rapi. Tiba-tiba Allah membenamkannya, maka dia terbenam sampai hari Kiamat.” Dalam salah satu riwayat Muslim, “Sesungguhnya seorang laki-laki dari kalangan umat sebelum kalian berjalan dengan kesombongan dalam pakaiannya…”

Terkadang manusia lupa pada hakikat dirinya. Dia lupa bahwa dia diciptakan dari tanah, bahwa asal usulnya adalah dari air yang sangat hina, dan bahwa dia keluar dari kelamin dua kali. Kali pertama ketika dia keluar dari tulang rusuk bapaknya dan kali kedua ketika ia keluar dari rahim ibunya. Dia lupa bahwa walaupun penampilannya menarik, pakaiannya bagus, dia tetap membawa kotoran di dalam perutnya. Dia lupa walaupun dia berbadan tinggi, dia tetap tidak bisa menembus bumi dan menggapai tingginya gunung. Ketika duri menusuknya,ia tetap berdarah.Lalat tetap mengganggunya, dan ular membuatnya takut. Muaranya adalah kematian.

Jika kita dibuka setelah beberapa hari sejak dimakamkan, niscaya keadaan kita sangat menakutkan keluarga dan orang-orang dekat kita. Sebagian orang lupa akan semua itu. Mereka membanggakan diri. Ujub menguasai mereka karena bentuk tubuh, warna kulit, tinggi badan, dan pakaian yang bagus. Mereka berjalan di muka bumi dengan takabur, memalingkan pipinya dari manusia, menyeret pakaiannya di belakangnya, memandang manusia dengan pandangan penghinaan dan cibiran. Dia mengira bahwa dirinya adalah orang terbaik, padahal sebenarnya dialah yang terburuk. Dia bisa diliputi oleh adzab Allah di dunia sebelum Akhirat.

Ini adalah seorang laki-laki dari kelompok seperti di atas, dari kalangan umat-umat terdahulu atau umat sebelum kita. Dia membanggakan dirinya. Dia keluar berjalan dengan penuh kesombongan. Dia berlenggak-lenggok dalam berjalan dan menyeret sarungnya di belakangnya. Akibatnya, Tuhannya murka kepadanya. Maka Dia membenamkannya ke dalam tanah seperti Qarun sebelumnya. Dia terbenam di dalamnya sampai hari Kiamat. Keagungan dan kebesaran adalah milik Allah yang Maha Esa, tidak tertandingi, menjadi tempat bergantung para makhluk, serta menguasai seluruh sifat kesempurnaan dan kemuliaan. Dan barangsiapa menyombongkan diri dan takabur, maka dia telah menantang Allah dalam satu dari sifat-sifat-Nya. Oleh karena itu, dia berhak memperoleh adzab di Akhirat dan bisa pula adzabnya disegerakan di dunia sebelum Akhirat.

Orang-orang yang sombong dan tinggi hati tidak berhak atas nikmat Akhirat, karena Allah menyiapkan Akhirat untuk, ”Orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi.” (QS. Al-Qashash: 83). Orang-orang yang sombong adalah orang-orang yang tinggi hati di muka bumi. Ketinggian hati ini mendorong mereka untuk merusak tanaman, hewan, dan semua yang ada di muka bumi. Ajaran-ajaran Ilahiyah dalam jumlah yang banyak lagi melimpah melarang kesombongan, takabur, dan tinggi hati.

Luqman mewasiatkan kepada anaknya, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

Dalam wasiat-wasiat agung dalam surat Al-Isra terdapat larangan berbuat sombong dan takabur, ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Isra: 37)

Jika Ali bin Abi Thalib membenci Abu Bakar dan Umar kenapa dia memberi nama anaknya Abu Bakar dan Umar?






Jika suatu saat nanti Anda mendengar atau mendapati seseorang melaknat Umar, tanyakan kepadanya,
Umar siapa yang anda maksud? :

Umar bin Ali bin Abi Thalib? (Anak Ali bin Abi Thalib)

Umar bin Hasan bin Ali? (Cucu Ali bin Abi Thalib)Umar bin Hussein bin Ali? (Cucu Ali bin Abi Thalib)

Umar bin Ali Zainul Abidin bin Hussein? (Cicit Ali bin Abi Thalib)

Umar bin Musa Al-Kazhim? (Keturunan ke 6 Ali bin Abi Thalib)

Silakan pilih Umar mana yang anda maksud…

Jika Anda mendengar seseorang mengatakan, “Aisyah adalah penduduk neraka, Aisyah berada dalam neraka,” tanyakan kepadanya,Aisyah siapa yang anda maksud? :

Aisyah binti Ja’far Shadiq? (Keturunan ke 5 Ali bin Abi Thalib)

Aisyah binti Musa Al-Kazhim? (Keturunan ke 7 Ali bin Abi Thalib)

Aisyah binti Ali Ar-Ridha? (Keturunan ke 8 Ali bin Abi Thalib)

Atau Aisyah binti Ali Al-Hadi? (Keturunan ke 11 Ali bin Abi Thalib)

Jika Anda mendengar seseorang melaknat Abu Bakar dan mencapnya sebagai zindiq (atheis), tanyakan kepadanya,Siapakah yang anda maksud? :

Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib? (Anak Ali bin Abi Thalib)

Abu Bakar bin Hasan bin Ali? (Cucu Ali bin Abi Thalib)

Abu Bakar bin Hussein bin Ali? (Cicit Ali bin Abi Thalib)

Abu Bakar bin Musa Al-Kazhim? (Keturunan ke 7 Ali bin Abi Thalib)

Jika Ali bin Abi Thalib membenci Abu Bakar dan Umar kenapa dia memberi nama anaknya Abu Bakar dan Umar? Jika Ja’far Shadiq adalah seorang tokoh mereka kenapa dia memberi nama anaknya Aisyah?

Siapa Itu Bani Israil?





Bani Israil secara spesifik adalah suatu kaum, ras yang sekarang dikenal menghuni negara Israel. Sekalipun keturunan bani israil/yahudi sebenarnya telah tersebar di setiap penjuru dunia. Mengapa istilah tentang bani Israil ini sangat banyak diungkapkan oleh Al-Qur’an? Adakah pelajaran yang dapat kita ambil?

Al-Qur’an tidak menggunakan kata-kata Bani Ya’qub untuk menyandingkan kaum Yahudi dan Nasrani. Akan tetapi Al-Qur’an menggunakan istilah Bani Israil. Kata Israil sendiri memiliki makna “hamba Allah” atau “manusia pilihan”. Seakan Allah hendak memanggil mereka dengan kata-kata “Bani Abdullah” atau “Bani Shafwatullah”, yang keduanya mengandung peringatan agar mereka meniru nenek moyang mereka yang saleh (lihat: The Unity of Al-Qur’an, Amir Faishol Fath). Sekalipun dalam kenyataannya, Bani Israil adalah kaum yang sering melanggar perintah dan janji serta membuat pusing pimpinannya yakni Nabi Musa as.

Terminologi Bani Israil sangat banyak diungkapkan di dalam Al-Qur’an. Secara bahasa, isra’, asri’ seperti tercantum dalam surat Al-Isra ayat 1:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan (asra’) hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.(Q.S. 17:1)

Dari ayat di atas, istilah isra’ berarti memperjalankan di malam hari. Jadi secara bahasa, bani israil adalah kumpulan orang, bangsa (bani) yang sedang “diperjalankan” di malam hari. Bani israil dalam sejarahnya adalah umat Nabi Musa as. yang berada dalam ketertindasan oleh kekuasaan Fir’aun (pharaoh). Terbukti dengan deklarasi kekuasaan Fir’aun kepada rakyat Mesir: ‘Akulah Tuhanmu (Rabb) Yang Tertinggi’ (Q.S. 79:24).

Mari kita lihat sejenak perjalanan Bani Israil melalui beberapa pembabakan zaman. Pertama, zaman exodus, yakni pengejaran dan penindasan yang dilakukan oleh Fir’aun. Kedua, zamanmesada, yakni penindasan dan pembantaian di bukit Romawi oleh Imperium Romawi. Ketiga, zaman diaspora, yakni masa perantauan ke tanah Kan’an dan menyebar di segala penjuru dunia. Keempat, holocaust, masa-masa fasis dan hitler-isme.

Hingga akhirnya sampailah pada gagasan tentang sebuah kedaulatan Yahudi (konferensi di Basel, 1897) dalam bentuk Negara Israel. Cita-cita pendirian Negara ini pun didasari atas semangat zionis untuk menguasai dunia atau bahkan lebih tepatnya memperalat dengan segala rekayasanya.

Yahudi/Bani Israil hanya karena tujuan yang sifatnya duniawi ternyata mampu membangun sebuah konspirasi yang mengerikan (lihat : Holocaust Industry, Norman Finkelstein). Mereka mampu merekayasa dan mengarahkan rasa takut yang ada pada manusia sehingga jauh dari konsep Tauhid. Orientasi hidup manusia pun menjadi dunia (materi) lewat sistem yahudi yang sudah didesain hampir seabad lampau. Padahal dalam sejarahnya, bani Israil adalah bangsa yang selalu terusir. Akan tetapi kini nampaknya ide mereka begitu kuat tertancap di jantung-jantung dunia Islam.

Benarlah hadits yang diucapkan Rasulullah jauh-jauh hari: “Hampir-hampir ummat-ummat (di luar kalian) mengerumuni kalian sebagaimana orang-orang yang makan mengerumuni hidangannya. Ada yang bertanya kepada Nabi, “Apakah disebabkan jumlah kita sedikit pada saat itu?”. Rasulullah saw. menjawab, “Bahkan kalian pada hari itu jumlahnya banyak, akan tetapi hanyalah buih, seperti buih yang dibawa air banjir. Dan sungguh Allah akan mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan Allah akan lemparkan ke dalam hati kalian “al-wahn”. Seseorang bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah al-wahn itu?”. Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati”. (H.R. Abu Daud)

Dan sabda Nabi kembali: Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, “Siapa ‘mereka’ yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (H.R. Bukhari)

Dengan arahan-arahan yang dibuat-buat dan direkayasa oleh Yahudi dan antek-anteknya inilah yang menyebabkan umat hari ini seperti kehilangan gairah. Bebal pemikirannya dan sulit diajak berjuang. Pemahaman Islam pun luntur, orang-orang jauh dari ajaran agamanya sendiri. Sungguh pemandangan yang menyakitkan hati. Hanya dengan rasa takut umat Islam kepada Allah-lah yang dapat menjaga kita dari pengaruh isme-isme “Bani Israil”. Wallahu’alam. [islampos]

Tiga Pertanyaan Dijawab Dengan Satu Jawaban (Ilustrasi)





Apa Tuhan Itu Ada ??

Ada seorang pemuda yang lama sekolah diluar negeri, ia telah kembali ketanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (Ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda: (dengan nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa.? & apakah bisa menjawab pertanyaan saya.?

Ustadz : Saya hanya hamba ALLAH & dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda: (Tetap dgn nada sombong) Anda yakin ?? sedang profesor & banyak orang pintar saja gak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ustadz : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya 
Pemuda:Saya punya 3 buah pertanyaan :

1.Kalau memang TUHAN itu ada,tunjukan wujud TUHAN kepada saya ?

2.Apakah yg dinamakanTAKDIR ?

3.Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yg dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat setan,sebab mereka memiliki unsur yang sama? apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu..?

Tiba-tiba Pemuka Agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata:Kenapa? anda marah kepada saya?

Ustadz:Saya tidak marah tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya

Pemuda:Saya sungguh2 tidak mengerti.

Ustadz:Bagaimana rasanya tamparan saya..!?

Pemuda:Tentu saja saya merasakan sakit..!

Ustadz:Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada ?

Pemuda:Ya percaya !!

Ustadz:Tunjukan pada saya wujud sakit itu ?

Pemuda:Saya tidak bisa !

Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama,kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz:Apakah tadi malam anda bermimpi akan di tampar oleh saya ?

Pemuda :: Tidak !

Ustadz:Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini ?

Pemuda: Tidak !

Ustadz: Itulah yang dinamakan TAKDIR

Ustadz: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?


Pemuda:Kulit

Ustad:Terbuat dari apa pipi kamu?

Pemuda:kulit !

Ustadz:Bagaimana rasanya tamparan saya ?

Pemuda:Sakit !

Ustadz:Walaupun setan terbuat

dari api dan neraka terbuat dari api,jika TUHAN berkehendak maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.




uang download

 
Template designed by Liza Burhan